aku harus bersyukur lebih banyak kepada-Nya .
aku hampir selalu mendapatkan apapun yang aku mau . apa yang lihat , aku pikirkan , lalu aku dapatkan . apa yang terlihat tanpa terbesit di benakku , lalu aku mendapatkannya . seperti sebuah kesalahan , seperti sebuah kekuatan . kapan harus pergi , kapan harus datang seolah aku bisa mengatur semuanya .
aku tidak sebaik aslinya . aku tidak seburuk aslinya . ak hanya menjadi diriku sendiri yang tidak jarang kehilangan arah . dalam kesombongan aku mengusir semua yang datang , dalam kesepian aku mencari semua yang pergi . dalam kebahagiaan aku mengundang semua orang . dalam kesedihan aku menarik diri dari keramaian .
aku sering terlihat bodoh dalam jalanku sendiri . aku takut terbuai dengan belaian , hingga aku mencoba mencari tamparan . saat semua berjalan tanpa masalah , aku malah menjadikan gelas terpecah agar aku tergores . saat seluruh orang memperhatikanku , aku akan menjauh dari semuanya . seperti aku yang pergi dari kenikmatan , agar aku bisa menikmatinya lebih lama .
aku berakting dalam drama terbaikku . aku sutradanya . aku tokoh utamanya . aku bermain dalam skenario buatanku . aku tau siapa di depanku . aku tau siapa di balikku . saat aku menyerahkan skenarioku pada-Nya , ak belajar melihat yang palsu dalam kepalsuanku . aku menjadi diriku sendiri dan melihat siapa yang tidak bertopeng . aku ditunjukkan pada kenyataan kenikmatan bias semata . aku disadarkan oleh realita penuh sandiwara .
aku berada dalam kuasaku dalam genggamannya . aku ada di balik layarku . aku berdiri di depan panggungku .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar